Senin, 19 Maret 2012

Cara Membuat Kompos dari Sampah Organik


Bingung ingin diapakan sampah dedaunan yang ada di halaman rumah? Daripada dibuang ke tempat sampah, lebih baik membuatnya menjadi kompos. Jika dibuang di tempat sampah, hanya akan menambah jumlah sampah yang kian hari kian bertambah. Jika sampahnya dibakar, akan menyebabkan polusi udara dan membuat mata perih karena asap pembakarannya. Terlebih sekarang sedang global warming, mulai sekarang jagalah bumi kita yang semakin panas ini. Caranya dengan melakukan hal kecil seperti membuat kompos. Tentunya jika setiap rumah membuat kompos sendiri, jumlah sampah yang dibuang akan menjadi lebih sedikit. Betul tidaaak????

Nah aku punya cara untuk membuat kompos dari sampah organik. Caranya cukup mudah.
Pertama siapkan  wadah berupa ember plastik, drum, tong, dll yang telah diberi lubang di dasarnya dan ditancapkan pipa untuk saluran udara. Seperti gambar di bawah ini.

Untuk mempercepat proses pengomposan, kita memerlukan mikroorganisme pengurai misalnya  cairan EM-4 (Effective Microorganism). Bagi yang belum tahu, di bawah ini merupakan EM-4.

Yang terpenting sampah organik  misalnya daun kering, sayuran, kulit buah, dll yang telah dipotong kecil-kecil.
Kemudian air dan pengaduk.
Cara Membuat Kompos :
1.  Campur cairan EM-4 dan sampah organik yang telah dicincang, lalu diaduk hingga rata. Kemudian dimasukkan ke dalam wadah.
2.  Lakukan terus selapis demi selapis sampai wadah penuh. Kemudian disiram air secara merata.
3. Setiap 5 – 7 hari media dapat diaduk sampai sampah hitam/hancur
4.  Kini sampah telah berubah menjadi kompos.

Cukup mudah bukan cara membuatnya?

Kompos yang telah jadi dan bermutu ciri-cirinya sudah tidak berbau sampah lagi, teksturnya seperti tanah dan berwarna hitam. Kompos seperti ini sudah dapat digunakan untuk menggemburkan tanah. Tetapi jika komposnya belum benar-benar jadi, bukannya menguntungkan tetapi malah merugikan. Penggunaan kompos yang belum jadi akan menyebabkan terjadinya persaingan bahan nutrisi antara tanaman dan mikroorganisme tanah. Hal ini akan mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan tanaman. Oleh sebab itu sebelum memberi kompos ke tanaman, sebaiknya diperhatikan dahulu kematangan dari kompos tersebut.

Semoga bermanfaat ;)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar